s

Selamat datang di WeBLOG IMADUDDIN.B, Amd.AK

Minggu, 20 Maret 2011

Heptitis B dan cara vaksinasinya

Artikel ini diambil dari situs www.imunisasidewasa.com tentang Virus Hepatitis B. Vaksinasi Hepatitis B yang efektif telah tersedia selama lebih dari 20 tahun, tetapi transmisi perinatal dan paparan terhadap virus pada awal kehidupan merupakan sumber penularan utama. Asia Tenggara merupakan daerah endemik infeksi virus Hepatitis B, dimana 8% atau lebih merupakan karier Hepatitis B dan risiko infeksi selama hidup bervariasi dari 60-80%. 

Jika membutuhkan penjrlasan tentang hepatitis sebelumnya anda bisa download disini Hepatitis : take from Makalah. Sebetulnya Hepatitis bisa di cegah dengan cara non imunisasi dan imunisasi.  Dimana Non Imunisasi dapat dilakukan dengan cara, menghindari kontak dengan darah maupun cairan tubuh pasien yang terinfeksi virus Hepatitis B, tidak menggunakan jarum suntik dan alat kedokteran yang tidak steril, menghindari hubungan seksual yang tidak aman.

Sedangkan cara Imunisasi berupa imunisasi pasif dan aktif. 
  1. Imunisasi Pasif . Imunitas pasif yang didapat melalui anti-HBs dapat melindungi individu dari infeksi Hepatitis B akut dan kronik bila diberikan segera setelah paparan, dengan menggunakan imunoglobulin yang mengandung titer anti-HBs yang tinggi. Profilaksis pasca paparan diberikan kepada bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita Hepatitis B, paparan membran mukosa atau kulit terhadap darah yang terinfeksi virus Hepatitis B, dan kontak seksual pada pasien yang HBsAg positif. Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) juga digunakan untuk melindungi pasien dari infeksi Hepatitis B rekuren setelah transplantasi hati. Efektivitas imunoglobulin Hepatitis B adalah 75% untuk mencegah Hepatitis B yang bermanifestasi klinis atau keadaan karier bila digunakan segera setelah paparan. Proteksi yang dihasilkan oleh HBIG hanya bertahan selama beberapa bulan. Salah satu penggunaan utama HBIG adalah sebagai ajuvan vaksin Hepatitis B dalam mencegah transmisi Hepatitis B perinatal. Data penelitian menyebutkan bahwa terapi kombinasi HBIG dan vaksin Hepatitis B dapat meningkatkan efektivitas pencegahan infeksi perinatal sebesar 85-95% dan memberikan efek proteksi jangka panjang. Imunoglobulin Hepatitis B juga diindikasikan untuk profilaksis pasca paparan jarum suntik atau luka kulit lainnya, yang terpapar dengan cairan tubuh pasien dengan  ininfeksi virus Hepatitis B. Profilaksis vaksin Hepatitis B sebelum paparan mengurangi kebutuhan terhadap HBIG. Sebuah studi menyatakan bahwa bila tidak diterapi, 30% individu yang tertusuk jarum yang terinfeksi virus Hepatitis B akan mengalami infeksi klinis dan penggunaan HBIG mempunyai efektivitas 75% dalam mencegah penyakit yang bermanifestasi klinis. Efikasi HBIG dalam pencegahan Hepatitis B klinis dan Hepatitis B kronik adalah 75% bula diberikan dalam waktu 7 hari setelah paparan.
  2. Imunisasi Aktif.
    Vaksin Hepatitis B harus diberikan secara intramuskular di otot deltoid pada orang dewasa. Pada orang dewasa, imunogenisitas vaksin akan berkurang bila vaksin disuntikkan pada gluteus. Panjang jarum yang digunakan sebaikya 1-1,5 inci untuk memastikan vaksin masuk ke jaringan otot.
    Penyuntikan vaksin secara intradermal tidak dianjurkan karena imunogenisitas pada usia muda lebih rendah, respons antibodi yang tidak konsisten pada orang tua, kurangnya pengalaman tenaga kesehatan dalam melakukan suntikan intradermal, dan kurangnya data tentang efektivitas jangka panjang.
    Vaksin Hepatitis B diberikan dalam 3 dosis pada bulan ke-0, 1, dan 6. Dua dosis pertama merupakan dosis yang penting untuk membentuk antibodi. Dosis ketiga diberikan untuk mencapai kadar antibodi anti-HBs yang tinggi.

Tabel.
Rekomendasi Dosis Vaksin Hepatitis B

Keadaan
Recombivax HB
(10 µg/ml)
Engerix B
(20 µg/ml)
Bayi* dan anak < 11 tahun
2,5 µg/ml
10 µg/ml
Anak / remaja (11-19 tahun)
5 µg/ml
20 µg/ml
Dewasa (> 20 tahun)
10 µg/ml
20 µg/ml
Pasien hemodialisis
40 µg/ml (1 ml)#
40 µg/ml (2 ml) ##
Pasien imunokompromais
10 µg/ml (1 ml)#
40 µg/ml (2 ml) ##
Jadwal yang dianjurkan bulan ke-0, 1, 6
*Bayi yang lahir dengan ibu yang HBsAg (-)
# Formulasi khusus
## 2 dosis 1 ml disuntikkan di satu sisi dalam 4 dosis (bulan ke-0, 1, 2, 6)


Tabel 
Rekomendasi Profilaksis Hepatitis B Setelah Paparan Perkutan
Status imun pasien yang terpapar
Rekomendasi bila sumber HBsAg (+)
Rekomendasi bila sumber HBsAg (-)
Rekomendasi bila status HBsAg sumber tidak diketahui
Belum divaksinasi


Sebelumnya sudah vaksinasi
  • Individu responder


  • Non responder


  • Respon tidak diketahui
HBIG  0,06 mg/kg + vaksin Hepatitis B



Terapi (-) atau pertimbangkan booster

2 x HBIG atau
1 x HBIG + vaksinasi Hepatitis B

Tes anti-HBs individu yang terpapar
  • Bila inadekuat : 1 x HBIG + booster vaksin Hepatitis B
  • Bila adekuat: terapi -
Inisiasi vaksin Hepatitis B



Terapi (-)


Terapi (-)
Terapi (-)


Terapi (-)
Inisiasi vaksin Hepatitis B



Terapi (-)


Bila sumber risiko tinggi: terapi seolah-olah HBsAg (+)

Tes anti-HBs individu yang terpapar
  • Bila inadekuat : booster vaksin Hepatitis B
  • Bila adekuat: terapi-


Efektivitas Vaksin
 
Pemberian 3 dosis vaksin Hepatitis B secara intramuskluar menginduksi respon antibodi protektif pada lebih dari 90% dewasa sehat yang berusia kurang dari 40 tahun. Setelah berusia 40 tahun, imunitas berkurang dibawah 90%, dan saat berusia 60 tahun hanya 65-76% vaksin yang mempunyai efek proteksi terhadap infeksi virus Hepatitis B. Meskipun faktor pejamu lainnya seperti merokok, obesitas, infeksi HIV, dan penyakit kronik menyebabkan imunogenisitas vaksin yang rendah, tetapi usia merupakan factor determinan terpenting.


Efek Samping dan Kontraindikasi
 
Vaksin Hepatitis B merupakan vaksin yang termasuk aman. Efek yang ditimbulkan berupa nyeri di tempat injeksi, demam, reaksi anafilaksis, dan Sindrom Guillan-Barre. Reaksi alergi terhadap komponen vaksin termasuk thimerosal merupakan kontraindikasi pemberian vaksin.


Prakata tambahan dari saya, jika Anda khawatir dengan tertular dengan virus Hepatitis segerakanlah priksa diri ke Laboratorium terdekat atau puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, jika hsil HBsAg sudah diketaahui bisa langsung dilakukan Vaksinasi dengna segera. Konsultasikn dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan Vaksinasi.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Diabetes serta anjuran pemeriksaannya

Diabetes merupakan suatu keadaan dimana kadar gula dalam darah meningkat. Ciri - ciri umum yang terkena diabetes seperti cepat lelah, penglihatan kabur, sering buang air kecil di malam hari, terus menerus merasa lapar dan haus dan meningkatnya kadar gula dalam darah dan urine.
Diabetes sendiri meningkat di kawasan Asia karena pola makan yang berubah sangat drastis. Siapapun akan merasa khawatir dengan keadaan ini, jika terlambat terdiagnosa sedangkan kadar gula dalam darah sudah tidak mampu terkontrol oleh insulin maka keadaannya yang akan lain.

Misalkan jika kadar gula dalam darah meningkat dan terjadi sudah beberapa tahun tanpa pengobatan dan kontrol secara teratur, berhati - hatilah dengan luka sekecil apapun. Luka tersebut akan sulit sembuh karena kadar gula darah mempengaruhi proses penyembuhannya. Dalam keadaan lanjut, gula dapat memicu stroke.
jadi sebelum terlambat periksakan diri Anda kepada dokter, namun untuk sekedar pengetahuan silahkan baca artikel yang saya buat, apa itu Kadar Gula darah?, pemeriksaannya Meliputi apa saja? dan sekarang sudah ada alat bantu untuk penderita Diabetes agar mudah mengontrolnya setiap saat.


Download artikelnya disini

Senin, 28 Juni 2010

Respect terhadap Kesehatan kita

Sehat itu mahal. Semua orang pasti setuju dengan pendapat seperti itu. Padahal jika kita sikapi pernyataan berikut ”Mencegah lebih baik dari pada mengobati” ini sebetulnya hal yang mudah, tapi sulit bagi kebanyakan orang.
Nah, pada tulisan saya kali ini mari kita buka wawasan kita semua tentang bagaimana pentingnya ”sehat” itu. Ada beberapa hal yang perlu di cermati bagi kita agar kita tetap sehat. Namun pada tulisan ini saya akan menekankan bagaimana kita terhindar dari penyakit menular.
Betul, tidak hanya HIV yang mematikan dapat menular pada siapa saja dengan berbagai media, seperti sex, jarum suntik yang tidak steril, transfusi, dll. Namun yang paling berbahaya ialah Hepatitis, atau yang sudah biasa kita sebut dengan hepatitis B. Penyebarannya sangat cepat, dibandingkan HIV, hepatitis sangat cepat penyebarannya. Kurang higienis merupakan pemicu utama kontak kita terhadap virus ini. Saya jadi ingat apa kata seorang Einstein, dia bilang "Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli."

Hepatitis juga dengan mudah berpindah melalui air liur, keringat dan cairan tubuh manusia lainnya. Maka dari pada itu, kita harus peduli dengan keadaan disekitar kita. Kita awasi, jaga dan motivasi yang sudah terkena Hepatitis. Karena hepatitis ini sudah ada obatnya, jadi pastikan sipenderita meminum obat dan mengontrol pengobatannya sampai sembuh.
Tidak ada hal yang sulit, yang sulit adalah merubah kebiasaan karena kita tidak peduli dengan apa yang ada disekitar kita.

Curiga itu perlu menurut saya. Zaman sekarang itu sudah seperti zaman jahilliyah, lihat saja kasus yang sekarang lagi trend, contoh figur yang tidak baik dari seorang entertainment sehingga sex itu adalah sesuatu yang sudah tidak tabu.
Kenapa sedemikian parahnya, karena berbagai penyakit datang karena perilaku kita yang buruk dan tidak mengindahkan aturan.
Jika kita merasa benar dan tidak pernah berbuat negatif pastikan kepada pasangan Anda siapa yang positif mengidap suatu penyakit. Jujurlah pada diri Anda dan kasihanilah pasangan Anda yang tidak tahu apa – apa.
Periksakan ke laboratorium untuk memastikan Anda apakah mengidap suatu penyakit yang merugikan Anda dan orang lain. Ingat, sehat itu mahal dan lebih baik mencegah dari pada mengobati. Deteksi lebih dini merupakah langkah terbaik. Segeralah periksakan Anda pada dokter dan mintalah pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya. Salam sehat dari sahabat – sahabat sehat.

Jumat, 25 Juni 2010

Jagalah Ginjal Kita

Ginjal merupakan suatu organ penting dalam tubuh kita. Keberadaannya sangat penting dikarenakan organ tersebut berfungsi menyaring seluruh cairan  tubuh yang masuk kedalam tubuh kita.

Perhatikanlah Ginjal kita, jangan sampai kerja Ginjal kita terlalu berat. Perbaiki pola hidup kita dengan minum air 2 liter/hari. Dengan begitu Anda telah memanjakan ginjal Anda.

Ginjal sendiri merupakan satu – satunya organ dalam tubuh kita yang berfungsi menyaring. Bentuknya seperti biji kacang, terdapat dua buah ginjal sebelah kanan dan kiri dengan letak di bawah usus.

Berperilaku buruk atau pola hidup kita buruk dengan mengabaikan minum air mineral setiap harinya akan memperberat kerja ginjal kita. Lihatlah air seni kita setiap buang air kecil, apa warna kencing Anda? Urine yang bagus jika warnanya kuning muda dan jernih artinya tidak ada kekeruhan di air seni.

Langkah yang tepat adalah perbaiki pola hidup Anda agar ginjal Anda berfungsi dengan selayaknya, dan menemani Anda hingga tutup usia.
Pahami kinerja Ginjal Anda, dan kenali segala resiko dan pencegahannya disini. Dwownload Artikel