s

Selamat datang di WeBLOG IMADUDDIN.B, Amd.AK
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan - Imad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan - Imad. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2011

ORGAN REPRODUKSI PRIA

Saya membuat e-book ini tidak seperti pada e-book sebelumnya yaitu pada pembahasan tentang WIDAL dan Diabetes Mellitus. E-book ini saya buat lebih teliti dan lebih rapih dari e-book sebelumnya.
Namun kronologisnya e book yang saya buat pada awalnya dikarenakan  ada temen saya yang menginginkan penjelasan secara detail tentang Organ Reproduksi pada Pria. Karena pada saat itu pembicaraan kita intinya lebih mengarah ke sel Spermanya. Karena dia sangat penasaran dengan kekuatan satu sperma yang dapat menembus sel telur. Karena obroloan singkat tersebut dia sangat tertarik untuk lebih mengetahui tentang Sperma secara mendalam. Akhirnya sayapun berniat untuk memberikannya sebuah hadiah dalam bentuk catatan kecil/buku saku dan sayapun berusaha mengumpulkan info dari berbagai sumber, baik itu dari internet maupun dari buku. Setelah saya buat, kemudian saya mempunyai niat untuk membuatnya menjadi sebuah e book sehingga bisa dibaca oleh teman yang lainnya yang memiliki rasa penasaran yang sama dengan teman saya tadi.

Karena keterbatasan informasi tentang Organ Reproduksi ini, sayapun menyusunnya sampai tertunda 3 tahun sejak 2008 lalu . Yups, pada e book ini menurut saya sangat cukup untuk di bagikan kepada teman – teman yang membutuhkannya sebagai bahan pembanding atau bahkan  sebagi informasi tambahan.
E book ini kebanyakan bersumber dari Internet, mungkin butuh telaah lebih lanjut karena bukan hasil studi secara mendalam dari saya pribadi, karena tujuan awal pembuatan e book ini hanyalah sebagai hadiah untuk teman saya seperti yang saya ulas diatas tadi.
Pada e book ini, saya kira sangatlah menarik untuk dimiliki oleh teman – teman yang awam dalam dunia kesehatan, karena isi daripada e-book ini selain menjelaskan secara detail tentang Organ Reproduksi pada Pria juga menyajikan masalah – masalah yang terjadi pada Organ Reproduksi tersebut, misalnya PMS (Penyakit Menular Seksual), Hipogonadisme (sindrom menurunnya testosterone), Peyronie's Disease (Penis bengkok),  Kanker, dan masalah yang sangat amat ditakutkan oleh semua laki – laki yaitu Impotensi / Disfungsi Ereksi.

Berikut susunan materi dari e-book Organ reproduksi Pria :
A.    DEFINISI
B.    SPERMA
       1.    Nutrisi Sperma
       2.    Gangguan Sperma
       3.    Penyakit kelamin  Akibat Masturbasi
       4.    Tips Meningkatkan Kwalitas Sperma
C.    PEMERIKSAAN SPERMA
      1.    Cara memperoleh sampel semen/mani
      2.    Metode Pemeriksaan
      3.    Kelainan Pada  Sperma
 D.    KELUHAN YANG TERJADI PADA SPERMA
      1.    Penyakit Menular Seksual (PMS)
      2.    Hipogonadisme (sindrom menurunnya testosterone)
      3.    Peyronie’s Disease (penis bengkok)
      4.    Kanker
      5.    Impoten / DE (Disfungsi Ereksi)
E.    Pemeriksaan Kesuburan
F.    MASA SUBUR (SIKLUS MENSTRUASI
G.    TEST KEHAMILAN (Test Pack
H.    MEMPERPANJANG WAKTU HUBUNGAN SEKSUAL
      1.    Terapi seksual
      2.    Terapi dengan pengobatan
      3.    Psikoterapi



Semoga e-book ini menjadi hiburan tersendiri untuk Anda yang ingin mendownloadnya, jika ada kritikan dan atau saran yang sekiranya bisa jadi masukan yang lebih baik lagi untuk saya, saya tunggu masukan Anda melalui e mail ke imadanalis@gmail.com

Kalau Anda tertarik dengan e-book ini Anda bisa mendownloadnya  disini. ORGAN REPRODUKSI PRIA (SPERMA)

Minggu, 12 Juni 2011

SUKA GULA? HATI - HATI.....

Seperti dikutip di www.tanyadokter.com bahwa jika kita telah diprogram sejak bayi untuk menyukai gula. Berikut penjelasannya supaya kita sadar bahwa sebenarnya kita telah kecanduan gula.Gula yang kita konsumsi sebaiknya tidak lebih dari 3 sendok makan per-hari seperti halnya garam yang tidak lebih dari satu sendok makan per-hari.
Tidak banyak orang yang menyadari bahwa dirinya kecanduan gula dan lebih sering meremehkannya. Padahal studi menunjukkan bahwa kecanduan gula sama seriusnya dengan kecanduan alkohol dan narkoba. Bila Anda tidak bisa lepas dari permen, maka bisa jadi Anda mengalami kecanduan gula. Tapi kebanyakan orang tidak akan mempertimbangkan kecanduan gula sebagai hal yang serius seperti halnya kecanduan rokok, alkohol atau narkoba. Namun menurut sejumlah peneliti dan studi ilmiah, kecanduan gula bisa sama seriusnya seperti kecanduan alkohol atau narkoba, seperti dilansir Foxnews, Selasa (7/6/2011). Gula membuat orang merasa lebih bahagia. Penelitian terbaru membuktikan bahwa manusia diprogram sejak usia dini untuk 'mendambakan' gula. Dan sekali tubuh telah merasakan manisnya gula, maka tidak butuh waktu lama untuk membuat Anda menjadi kecanduan. Setelah makan makanan manis, otak melepaskan zat kimia alami yang disebut opioid, yang memberikan tubuh perasaan senang secara intens. Otak kemudian mengakui perasaan ini dan mulai menginginkan lebih banyak lagi. Para peneliti telah mengidentifikasi bahwa ada wilayah tertentu di otak (khususnya hippocampus, insula dan caudate) yang diaktifkan ketika kecanduan gula terpenuhi. Studi dari Princeton dan University of Minnesota membuktikan bahwa daerah otak yang aktif ketika mengonsumsi gula sama dengan bagian otak yang diaktifkan ketika seorang pecandu narkoba menginginkan heroin. Tubuh akan belajar untuk menginginkan dan membutuhkan lebih banyak zat yang membuatnya merasa lebih baik. Ini membuktikan bahwa kecanduan gula sama kuatnya dengan narkoba. Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat mengonsumsi gula? Setelah gula memasuki aliran darah, gula darah akan meningkat menyebabkan pankreas melepaskan insulin (insulin dibutuhkan untuk mengubah gula menjadi energi). Saat sejumlah besar gula dikonsumsi, lebih banyak insulin dilepaskan. Insulin yang mengubah gula menjadi sumber energi instan, yang menjelaskan sentakan energi tinggi dari donat atau sepotong kue. Setelah tingkat tinggi insulin dilepaskan, kadar gula darah mulai berkurang dengan cepat sehingga terjadi masalah tak lama setelah makan makanan manis. Selain mengubah gula menjadi energi, insulin juga merangsang penyimpanan lemak. Oleh karena itu, semakin banyak gula yang Anda makan maka lebih banyak insulin yang diproduksi. Akibatnya, semakin besar kemungkinan Anda akan mengalami kenaikan berat badan. Selain menyebabkan obesitas (kegemukan) dan kerusakan gigi, gula juga dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang lebih serius, termasuk perubahan suasana hati, penurunan sistem kekebalan dan diabetes.

Diabetes merupakan suatu keadaan dimana kadar gula dalam darah meningkat. Ciri - ciri umum yang terkena diabetes seperti cepat lelah, penglihatan kabur, sering buang air kecil di malam hari, terus menerus merasa lapar dan haus dan meningkatnya kadar gula dalam darah dan urine.
Diabetes sendiri meningkat di kawasan Asia karena pola makan yang berubah sangat drastis. Siapapun akan merasa khawatir dengan keadaan ini, jika terlambat terdiagnosa sedangkan kadar gula dalam darah sudah tidak mampu terkontrol oleh insulin maka keadaannya yang akan lain.

Misalkan jika kadar gula dalam darah meningkat dan terjadi sudah beberapa tahun tanpa pengobatan dan kontrol secara teratur, berhati - hatilah dengan luka sekecil apapun. Luka tersebut akan sulit sembuh karena kadar gula darah mempengaruhi proses penyembuhannya. Dalam keadaan lanjut, gula dapat memicu stroke.
jadi sebelum terlambat periksakan diri Anda kepada dokter, namun untuk sekedar pengetahuan silahkan baca artikel yang saya buat, apa itu Kadar Gula darah?, pemeriksaannya Meliputi apa saja? dan sekarang sudah ada alat bantu untuk penderita Diabetes agar mudah mengontrolnya setiap saat.

Untuk lebih memahami tentang Diabetes Mellitus silahkan download artikelnya disini. ARTIKEL DIABETES MELLITUS

Minggu, 20 Maret 2011

Heptitis B dan cara vaksinasinya

Artikel ini diambil dari situs www.imunisasidewasa.com tentang Virus Hepatitis B. Vaksinasi Hepatitis B yang efektif telah tersedia selama lebih dari 20 tahun, tetapi transmisi perinatal dan paparan terhadap virus pada awal kehidupan merupakan sumber penularan utama. Asia Tenggara merupakan daerah endemik infeksi virus Hepatitis B, dimana 8% atau lebih merupakan karier Hepatitis B dan risiko infeksi selama hidup bervariasi dari 60-80%. 

Jika membutuhkan penjrlasan tentang hepatitis sebelumnya anda bisa download disini Hepatitis : take from Makalah. Sebetulnya Hepatitis bisa di cegah dengan cara non imunisasi dan imunisasi.  Dimana Non Imunisasi dapat dilakukan dengan cara, menghindari kontak dengan darah maupun cairan tubuh pasien yang terinfeksi virus Hepatitis B, tidak menggunakan jarum suntik dan alat kedokteran yang tidak steril, menghindari hubungan seksual yang tidak aman.

Sedangkan cara Imunisasi berupa imunisasi pasif dan aktif. 
  1. Imunisasi Pasif . Imunitas pasif yang didapat melalui anti-HBs dapat melindungi individu dari infeksi Hepatitis B akut dan kronik bila diberikan segera setelah paparan, dengan menggunakan imunoglobulin yang mengandung titer anti-HBs yang tinggi. Profilaksis pasca paparan diberikan kepada bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita Hepatitis B, paparan membran mukosa atau kulit terhadap darah yang terinfeksi virus Hepatitis B, dan kontak seksual pada pasien yang HBsAg positif. Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) juga digunakan untuk melindungi pasien dari infeksi Hepatitis B rekuren setelah transplantasi hati. Efektivitas imunoglobulin Hepatitis B adalah 75% untuk mencegah Hepatitis B yang bermanifestasi klinis atau keadaan karier bila digunakan segera setelah paparan. Proteksi yang dihasilkan oleh HBIG hanya bertahan selama beberapa bulan. Salah satu penggunaan utama HBIG adalah sebagai ajuvan vaksin Hepatitis B dalam mencegah transmisi Hepatitis B perinatal. Data penelitian menyebutkan bahwa terapi kombinasi HBIG dan vaksin Hepatitis B dapat meningkatkan efektivitas pencegahan infeksi perinatal sebesar 85-95% dan memberikan efek proteksi jangka panjang. Imunoglobulin Hepatitis B juga diindikasikan untuk profilaksis pasca paparan jarum suntik atau luka kulit lainnya, yang terpapar dengan cairan tubuh pasien dengan  ininfeksi virus Hepatitis B. Profilaksis vaksin Hepatitis B sebelum paparan mengurangi kebutuhan terhadap HBIG. Sebuah studi menyatakan bahwa bila tidak diterapi, 30% individu yang tertusuk jarum yang terinfeksi virus Hepatitis B akan mengalami infeksi klinis dan penggunaan HBIG mempunyai efektivitas 75% dalam mencegah penyakit yang bermanifestasi klinis. Efikasi HBIG dalam pencegahan Hepatitis B klinis dan Hepatitis B kronik adalah 75% bula diberikan dalam waktu 7 hari setelah paparan.
  2. Imunisasi Aktif.
    Vaksin Hepatitis B harus diberikan secara intramuskular di otot deltoid pada orang dewasa. Pada orang dewasa, imunogenisitas vaksin akan berkurang bila vaksin disuntikkan pada gluteus. Panjang jarum yang digunakan sebaikya 1-1,5 inci untuk memastikan vaksin masuk ke jaringan otot.
    Penyuntikan vaksin secara intradermal tidak dianjurkan karena imunogenisitas pada usia muda lebih rendah, respons antibodi yang tidak konsisten pada orang tua, kurangnya pengalaman tenaga kesehatan dalam melakukan suntikan intradermal, dan kurangnya data tentang efektivitas jangka panjang.
    Vaksin Hepatitis B diberikan dalam 3 dosis pada bulan ke-0, 1, dan 6. Dua dosis pertama merupakan dosis yang penting untuk membentuk antibodi. Dosis ketiga diberikan untuk mencapai kadar antibodi anti-HBs yang tinggi.

Tabel.
Rekomendasi Dosis Vaksin Hepatitis B

Keadaan
Recombivax HB
(10 µg/ml)
Engerix B
(20 µg/ml)
Bayi* dan anak < 11 tahun
2,5 µg/ml
10 µg/ml
Anak / remaja (11-19 tahun)
5 µg/ml
20 µg/ml
Dewasa (> 20 tahun)
10 µg/ml
20 µg/ml
Pasien hemodialisis
40 µg/ml (1 ml)#
40 µg/ml (2 ml) ##
Pasien imunokompromais
10 µg/ml (1 ml)#
40 µg/ml (2 ml) ##
Jadwal yang dianjurkan bulan ke-0, 1, 6
*Bayi yang lahir dengan ibu yang HBsAg (-)
# Formulasi khusus
## 2 dosis 1 ml disuntikkan di satu sisi dalam 4 dosis (bulan ke-0, 1, 2, 6)


Tabel 
Rekomendasi Profilaksis Hepatitis B Setelah Paparan Perkutan
Status imun pasien yang terpapar
Rekomendasi bila sumber HBsAg (+)
Rekomendasi bila sumber HBsAg (-)
Rekomendasi bila status HBsAg sumber tidak diketahui
Belum divaksinasi


Sebelumnya sudah vaksinasi
  • Individu responder


  • Non responder


  • Respon tidak diketahui
HBIG  0,06 mg/kg + vaksin Hepatitis B



Terapi (-) atau pertimbangkan booster

2 x HBIG atau
1 x HBIG + vaksinasi Hepatitis B

Tes anti-HBs individu yang terpapar
  • Bila inadekuat : 1 x HBIG + booster vaksin Hepatitis B
  • Bila adekuat: terapi -
Inisiasi vaksin Hepatitis B



Terapi (-)


Terapi (-)
Terapi (-)


Terapi (-)
Inisiasi vaksin Hepatitis B



Terapi (-)


Bila sumber risiko tinggi: terapi seolah-olah HBsAg (+)

Tes anti-HBs individu yang terpapar
  • Bila inadekuat : booster vaksin Hepatitis B
  • Bila adekuat: terapi-


Efektivitas Vaksin
 
Pemberian 3 dosis vaksin Hepatitis B secara intramuskluar menginduksi respon antibodi protektif pada lebih dari 90% dewasa sehat yang berusia kurang dari 40 tahun. Setelah berusia 40 tahun, imunitas berkurang dibawah 90%, dan saat berusia 60 tahun hanya 65-76% vaksin yang mempunyai efek proteksi terhadap infeksi virus Hepatitis B. Meskipun faktor pejamu lainnya seperti merokok, obesitas, infeksi HIV, dan penyakit kronik menyebabkan imunogenisitas vaksin yang rendah, tetapi usia merupakan factor determinan terpenting.


Efek Samping dan Kontraindikasi
 
Vaksin Hepatitis B merupakan vaksin yang termasuk aman. Efek yang ditimbulkan berupa nyeri di tempat injeksi, demam, reaksi anafilaksis, dan Sindrom Guillan-Barre. Reaksi alergi terhadap komponen vaksin termasuk thimerosal merupakan kontraindikasi pemberian vaksin.


Prakata tambahan dari saya, jika Anda khawatir dengan tertular dengan virus Hepatitis segerakanlah priksa diri ke Laboratorium terdekat atau puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, jika hsil HBsAg sudah diketaahui bisa langsung dilakukan Vaksinasi dengna segera. Konsultasikn dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan Vaksinasi.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Diabetes serta anjuran pemeriksaannya

Diabetes merupakan suatu keadaan dimana kadar gula dalam darah meningkat. Ciri - ciri umum yang terkena diabetes seperti cepat lelah, penglihatan kabur, sering buang air kecil di malam hari, terus menerus merasa lapar dan haus dan meningkatnya kadar gula dalam darah dan urine.
Diabetes sendiri meningkat di kawasan Asia karena pola makan yang berubah sangat drastis. Siapapun akan merasa khawatir dengan keadaan ini, jika terlambat terdiagnosa sedangkan kadar gula dalam darah sudah tidak mampu terkontrol oleh insulin maka keadaannya yang akan lain.

Misalkan jika kadar gula dalam darah meningkat dan terjadi sudah beberapa tahun tanpa pengobatan dan kontrol secara teratur, berhati - hatilah dengan luka sekecil apapun. Luka tersebut akan sulit sembuh karena kadar gula darah mempengaruhi proses penyembuhannya. Dalam keadaan lanjut, gula dapat memicu stroke.
jadi sebelum terlambat periksakan diri Anda kepada dokter, namun untuk sekedar pengetahuan silahkan baca artikel yang saya buat, apa itu Kadar Gula darah?, pemeriksaannya Meliputi apa saja? dan sekarang sudah ada alat bantu untuk penderita Diabetes agar mudah mengontrolnya setiap saat.


Download artikelnya disini

Senin, 28 Juni 2010

Respect terhadap Kesehatan kita

Sehat itu mahal. Semua orang pasti setuju dengan pendapat seperti itu. Padahal jika kita sikapi pernyataan berikut ”Mencegah lebih baik dari pada mengobati” ini sebetulnya hal yang mudah, tapi sulit bagi kebanyakan orang.
Nah, pada tulisan saya kali ini mari kita buka wawasan kita semua tentang bagaimana pentingnya ”sehat” itu. Ada beberapa hal yang perlu di cermati bagi kita agar kita tetap sehat. Namun pada tulisan ini saya akan menekankan bagaimana kita terhindar dari penyakit menular.
Betul, tidak hanya HIV yang mematikan dapat menular pada siapa saja dengan berbagai media, seperti sex, jarum suntik yang tidak steril, transfusi, dll. Namun yang paling berbahaya ialah Hepatitis, atau yang sudah biasa kita sebut dengan hepatitis B. Penyebarannya sangat cepat, dibandingkan HIV, hepatitis sangat cepat penyebarannya. Kurang higienis merupakan pemicu utama kontak kita terhadap virus ini. Saya jadi ingat apa kata seorang Einstein, dia bilang "Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli."

Hepatitis juga dengan mudah berpindah melalui air liur, keringat dan cairan tubuh manusia lainnya. Maka dari pada itu, kita harus peduli dengan keadaan disekitar kita. Kita awasi, jaga dan motivasi yang sudah terkena Hepatitis. Karena hepatitis ini sudah ada obatnya, jadi pastikan sipenderita meminum obat dan mengontrol pengobatannya sampai sembuh.
Tidak ada hal yang sulit, yang sulit adalah merubah kebiasaan karena kita tidak peduli dengan apa yang ada disekitar kita.

Curiga itu perlu menurut saya. Zaman sekarang itu sudah seperti zaman jahilliyah, lihat saja kasus yang sekarang lagi trend, contoh figur yang tidak baik dari seorang entertainment sehingga sex itu adalah sesuatu yang sudah tidak tabu.
Kenapa sedemikian parahnya, karena berbagai penyakit datang karena perilaku kita yang buruk dan tidak mengindahkan aturan.
Jika kita merasa benar dan tidak pernah berbuat negatif pastikan kepada pasangan Anda siapa yang positif mengidap suatu penyakit. Jujurlah pada diri Anda dan kasihanilah pasangan Anda yang tidak tahu apa – apa.
Periksakan ke laboratorium untuk memastikan Anda apakah mengidap suatu penyakit yang merugikan Anda dan orang lain. Ingat, sehat itu mahal dan lebih baik mencegah dari pada mengobati. Deteksi lebih dini merupakah langkah terbaik. Segeralah periksakan Anda pada dokter dan mintalah pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya. Salam sehat dari sahabat – sahabat sehat.

Jumat, 25 Juni 2010

Jagalah Ginjal Kita

Ginjal merupakan suatu organ penting dalam tubuh kita. Keberadaannya sangat penting dikarenakan organ tersebut berfungsi menyaring seluruh cairan  tubuh yang masuk kedalam tubuh kita.

Perhatikanlah Ginjal kita, jangan sampai kerja Ginjal kita terlalu berat. Perbaiki pola hidup kita dengan minum air 2 liter/hari. Dengan begitu Anda telah memanjakan ginjal Anda.

Ginjal sendiri merupakan satu – satunya organ dalam tubuh kita yang berfungsi menyaring. Bentuknya seperti biji kacang, terdapat dua buah ginjal sebelah kanan dan kiri dengan letak di bawah usus.

Berperilaku buruk atau pola hidup kita buruk dengan mengabaikan minum air mineral setiap harinya akan memperberat kerja ginjal kita. Lihatlah air seni kita setiap buang air kecil, apa warna kencing Anda? Urine yang bagus jika warnanya kuning muda dan jernih artinya tidak ada kekeruhan di air seni.

Langkah yang tepat adalah perbaiki pola hidup Anda agar ginjal Anda berfungsi dengan selayaknya, dan menemani Anda hingga tutup usia.
Pahami kinerja Ginjal Anda, dan kenali segala resiko dan pencegahannya disini. Dwownload Artikel

Selasa, 11 Mei 2010

Demam Tifoid dan Pemeriksaannya

Ini merupakan sebuah Booklet/catatan kecil dari saya. Terimalah persembahan saya buat kawan seprofesi, walaupun sedikit informasi, mudah - mudahan bermanfaat. Booklet ini secara khusus memberitahukan tentang penyakit tifus yang sering terjadi di negara kita, dikarenakan negara kita adalah gudangnya. Untuk memahami secara menyeluruh, silahkan di baca dan berikanlah informasi kepada teman, saudara yang lain, tentang tifus ini.

Silahkan download linknya disini Demam tifoid.

Penyakit tifus atau demam tifoid merupakan infeksi berat pada usus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Seseorang dapat terinfeksi jika kontak dengan manusia atau jika makanan dan minuman yang dikonsumsi terkontaminasi dikarenakan penanganannya yang tidak bersih.

Gejala tifus dapat timbul tergantung dari banyaknya bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Proses kerja bakteri ini lumayan cepat yaitu 24 – 72 jam setelah masuk kedalam tubuh. Pada mulanya belum menimbulkan gejala, namun bakteri telah mencapai organ – organ hati, kandung empedu, limpa, sumsum tulang dan ginjal. Rentang waktu antara masuknya kuman sampai dengan timbulnya gejala penyakit, sekitar 7 hari. Gejalanya akan timbul setelah 3 sampai 60 hari. Pada masa – masa itulah kuman akan menyebar dan berkembang biak. Organ tubuh lalu merangsang sel darah putih mengeluarkan zat interleukin. Zat inilah yang akan merangsang terjadinya gejala demam. Kuman yang masuk ke hati akan masuk kembali dalam peredaran darah dan menyebar ke organ tubuh lainnya. Namun tidak seluruh bakteri Salmonella typhi dapat menyebabkan demam tifoid. Saat kuman masuk, tubuh berupaya memberantas kuman dengan berbagai cara. Misalnya, asam lambung berupaya menghancurkan bakteri, sementara gerakan lambung berupaya mengeluarkan bakteri. Jika berhasil, orang tersebut akan terhindar dari demam tifoid.

Download artikelnya disini

jika ada saran silahkan kirim lewat e mail saya : imadanalis@gmail.com

Minggu, 18 April 2010

DARAH TERINFEKSI BISA DIBERSIHKAN

Hemopurifier yang disebut merupakan sebuah alat untuk membersihkan virus dalam darah. Sistem kerjanya mirip seperti mesin dialisis (mesin cuci darah) dengan menggunakan serat tipis (filter) untuk menangkap dan menghilangkan virus dari darah.

Jim joyce, ketua dan CEO Kedokteran Aethlon San Diego "ini dirancang untuk meniru respn imun alami kliring virus dan racun sebelum sel - sel dan organ dapat terinfeksi". Prosesnya dapat memerlukan waktu beberapa jam, cara ini dikatakan juga dapat membantu pasien HIV, hepatitis C, serta orang - orang yang terkena campak, gondok, flu dll karena Catridge tersebut dapat menangkap virus dengan selektif.

info dari Sciency daily

Kamis, 01 April 2010

Endocrine Society: No change in blood sugar control goals Endokrin Masyarakat: Tidak ada perubahan dalam tujuan pengendalian gula darah

Sebuah studi yang diterbitkan pekan ini di Lancet menunjukkan bahwa rendahnya tingkat A1C mungkin sama berbahayanya dengan kadar A1C tinggi pada pasien diabetes berkaitan dengan kematian dan hasil kardiovaskular. Setelah review penelitian, Masyarakat Endokrin merilis pernyataan merekomendasikan terhadap setiap perubahan grosir di tujuan glisemik dan sangat mendorong pasien untuk membahas masalah ini dengan penyedia perawatan diabetes mereka.

Pengukuran A1C menunjukkan persentase hemoglobin (komponen utama sel darah merah) dalam darah yang glycated, yaitu, telah glukosa melekat padanya. The A1C blood test is currently one of the mainstays of diabetes management because it reflects the average blood sugar levels for the previous two to three months. Tes darah A1C saat ini salah satu andalan manajemen diabetes karena mencerminkan kadar gula darah rata-rata dua sampai tiga bulan sebelumnya.

Penelitian oleh Currie et al. dipublikasikan secara online dalam 27 Januari 2010 masalah Lancet adalah analisis database retrospektif dengan menggunakan informasi di hampir 50.000 pasien yang terkandung di Britania Raya Database Penelitian Praktik Umum. Para peneliti menemukan bahwa pasien dengan A1C baik di tingkat terendah (rata-rata 6,4 persen) dan tingkat tertinggi A1C (rata-rata 10,5 persen) berada di risiko jauh lebih tinggi dari kematian atau kejadian kardiovaskular bila dibandingkan dengan pasien pada risiko terendah (A1C rata-rata tingkat 7,5 persen) . Meskipun temuan ini, Masyarakat Endokrin tidak merekomendasikan perubahan tujuan kontrol glisemik dilaksanakan saat ini.

Sementara hasil penelitian ini adalah provokatif, mereka tidak definitif menunjukkan sebab dan akibat hubungan antara tingkat A1C rendah dan kematian," kata Robert A. Vigersky, MD, presiden Masyarakat Endokrin. "Ada terlalu banyak faktor yang tidak diketahui yang mungkin telah memberikan kontribusi terhadap hasil ini mengatakan dengan pasti bahwa kontrol glikemik agresif meningkatkan risiko kardiovaskular dan kematian tidak diketahui faktor termasuk metode seleksi pasien, persyaratan pelaporan, dan dampak potensial dari kondisi yang telah ada untuk pasien. termasuk dalam database. Sebagai contoh, 63 persen pasien dievaluasi dalam penelitian ini adalah perokok dan yang lainnya sudah memiliki bukti baik penyakit macrovascular atau mikrovaskuler. "

Currie et al. 'S mortalitas hasil konsisten dengan studi Accord - sebuah studi klinis besar orang dewasa dengan diabetes yang telah dihentikan awal karena angka kematian meningkat pada mereka yang intensif dikontrol - perawatan diabetes, Serikat menunjukkan bahwa penyedia mungkin ingin untuk menilai kembali tujuan glisemik bagi pasien mereka secara individual menggunakan diketahui faktor risiko. itu mengingatkan bahwa hampir semua penyedia studi telah menunjukkan bahwa kontrol glikemik intensif mengurangi komplikasi mikrovaskuler, yaitu, kerusakan pada mata, ginjal, dan saraf.

sumber : European Hospital

Selasa, 16 Maret 2010

Tes darah untuk memprediksi radang sendi

Dari situs EUROPIAN HOSPITAL tentang bagaimana memeriksa darah dalam mengindikasi radang sendi, Peneliti dari University Hospital di Umea, Swedia, telah mengidentifikasi beberapa sitokin, cytokine-faktor yang terkait, dan kemokin yang meningkatkan secara signifikan sebelum rheumatoid arthritis (RA) serangan penyakit. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya orang-orang yang menyatakan bahwa risiko RA berkembang dapat diprediksi dan penyakit dapat dicegah. Temuan-temuan dari studi ini diterbitkan dalam edisi Februari dari Arthritis & Rheumatism, sebuah jurnal dari American College of Rheumatology.

Rheumatoid arthritis adalah penyakit otoimun kronis yang ditandai dengan peradangan sendi melibatkan sinovial (cairan pelumas persendian) jaringan dan akhirnya menimbulkan kerusakan tulang rawan dan tulang. penyakit mengarah pada pembangunan dan perkembangan tidak sepenuhnya dipahami, meskipun berbagai sel dari sistem kekebalan tubuh dan asal sinovial diimbau untuk terlibat. Sejumlah sitokin diungkapkan dan secara fungsional aktif dalam jaringan sinovial setelah penyakit telah berkembang. Sekarang tim riset yang dipimpin oleh Solbritt Rantapää-Dahlqvist, MD telah menemukan bahwa beberapa tingkat sitokin ini spike sebanyak beberapa tahun sebelum perkembangan gejala rematik.

Menurut American College of Rheumatology, RA bisa sulit untuk mendiagnosis karena hanya boleh diawali dengan gejala halus, seperti sakit sendi atau kaku pagi. penyakit termasuk lupus, osteoarthritis dan fibromyalgia, terutama sejak awal, meniru gejala RA membuat diagnosis lebih sulit. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang menerima perawatan dini untuk RA merasa lebih baik lebih cepat dan lebih sering, lebih cenderung mengarah kehidupan yang aktif, dan kecil kemungkinannya untuk mengalami jenis kerusakan sendi yang mengarah pada penggantian sendi.

Penlitian menentukan apakah sitokin, cytokine-faktor yang terkait, dan kemokin yang up-diatur sebelum perkembangan RA, dan mana yang terlibat, tim bersarang melakukan penelitian kasus kontrol dalam Biobank Kedokteran Utara Swedia. Sampel darah dianalisis dari 86 individu sebelum munculnya gejala RA (pra-pasien), dari 69 pra-pasien setelah onset RA, dan dari 256 sesuai dengan subyek kontrol (1:3 ratio). Sebuah waktu berturut-turut tergantung keterlibatan sistem kekebalan tubuh dalam pembangunan dan perkembangan penyakit itu dievaluasi. Tingkat plasma dari 30 sitokin, faktor-faktor yang terkait, dan kemokin diukur dengan menggunakan sistem multipleks. Individu dalam RA yang kemudian dikembangkan adalah diskriminasi dari subyek kontrol terutama oleh kehadiran sel TH1, TH2 sel, dan sel-Treg sitokin terkait, sementara kemokin, yang diturunkan dari sel stroma sitokin, dan yang berhubungan dengan spidol angiogenic dipisahkan pasien setelah pembangunan RA dari individu sebelum onset RA.

"Kami mengamati hubungan yang jelas antara sitokin tidak berhubungan hanya untuk TH1, TH2, dan sel-sel Treg tetapi juga untuk Th17 dan adanya antibodi anti-PKC, sehingga mendukung konsep bahwa sistem kekebalan tubuh sudah dirangsang dan penyakit itu berkembang menuju RA, "jelas Dr Rantapää-Dahlqvist. Peneliti menemukan bahwa contoh darah yang diperoleh dari individu-individu memiliki properadangan peningkatan konsentrasi sitokin, cytokine-faktor yang terkait, dan kemokin, menunjukkan sistem kekebalan aktivasi sebelum gejala keterlibatan bersama. "Temuan kami memberikan kesempatan untuk lebih baik memprediksi risiko pengembangan RA dan mungkin mencegah penyakit," simpul Dr Rantapää-Dahlqvist.

"Up-Peraturan sitokin dan kemokin mendahului Onset of Rheumatoid Arthritis." Heidi Kokkonen, Ingegerd Söderström, Joacim Rocklöv, Göran Hallmans, Kristina Lejon, and Solbritt Rantapää-Dahlqvist. Heidi Kokkonen, Ingegerd Söderström, Joacim Rocklöv, Göran Hallmans, Kristina Lejon, dan Solbritt Rantapää-Dahlqvist. Arthritis & Rheumatism; Published Online: January 28, 2010 (DOI: 10.1002/art.27186); Print Issue Date: February 2010. Radang Sendi & Rematik; Ditampilkan Pengunjung: 28 Januari 2010 (doi: 10.1002/art.27186); Print Issue Tanggal: Februari 2010.