s

Selamat datang di WeBLOG IMADUDDIN.B, Amd.AK

Rabu, 15 Oktober 2008

Bakteri Baru Asli Indonesia

Siapa yang ngga tau HaPe, dari kalangan bawah menengah sampai atas (ngga tau atasnya dimana he he he he). Mulai dari anak-anak sampe orang gede (dikataka gede ya jelas badannya bro!), semua telah mengenalnya. kemajuan tekhnologi dalam bidang informasi ini membuat HP mempunyai kedudukan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk BUMI.

Tidak lupa dari pemahaman kita sebagai manusia yang peka akan kesehatan, HaPe merupakan sebuah mediator bagi sebgaian besar mikroba, Hmmm apakah mikroba ini merupakan MFN (mikro Flora Normal or mikroba jahat ya????), alat yang mempunyai bentuk yang imut - imut ini seperti Mp3, Mp4 dll serta alat - alat lainnya yang selalu kontak dengan tangan kita dimanapun dan kapanpun membuat MFN yang ada pada kulit lapisan luar tangan kita (Hmmm ngerti ngga ya??) secara langsung pindah ke alat - alat tersebut.

Memang masih sedikit penelitian untuk menegaskan hal ini, namun pernah ada penelitian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan di London (Inggris), ditemukan lebih banyak jumlah bakteri pada HaPe dibandungkan dengan bakteri pada dudukan kloset, gagang pintu dll.
Dikatakan pula kalau pernah didapatkan bakteri jahat pada Hape yaitu S. aureus,itulah yang harus kita perhatikan betapa pentingnya kesehatan kita. Bakteri datang dari mana saja, untuk mengancam kesehatan kita.

Sebetulnya kita tidak usah khawatir jika kita bisa mensiasatinya, dengan mencuci tangan sebelum makan(pesan moral he he he), HaPe jangan pernah sekali - kali dijilatin!!!!!, cari kapas yang telah dikasih desinfektan kemudian bersihkan bagian uar HaPe, Kalo kamu ngga yakin jangan sekali-kali merendam HaPe ke dalam cairan Desinfektan Hwa ka ka ka ka ka....

Buat Adek - adek tingkat yang mau melaksanakan TA (Tugas Akhir) ada baiknya meneliti tentang hal ini dengan metode Hitung kuman, teori sebar/plate. Good Luck

Senin, 14 Juli 2008

BAHAN KIMIA BERACUN ATAU TOKSIK

Jika kita sehari – hari bekerja, atau kontak dengan zat kimia, kita sadar dan tahu bahkan menyadari bahwa setiap zat kimia adalah beracun, sedangkan untuk bahaya pada kesehatan sangat tergantung pada jumlah zat kimia yang masuk kedalam tubuh.

Seperti garam dapur, garam dapur merupakan bahan kimia yang setiap hari kita konsumsi namun tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Namun, jika kita terlalu banyak mengkonsumsinya, maka akan membahayakan kesehatan kita. Demikian juga obat yang lainnya, akan menjadi sangat bermanfaat pada dosis tertentu, jangan terlalu banyak ataupun sedikit lebih baik berdasarkan resep dokter.

Dalam dunia laboratorium, bahan-bahan kimia dapat masuk ke dalam tubuh melewati tiga saluran, yakni:

  1. Melalui mulut atau tertelan bisa disebut juga per-oral atau ingesti. Hal ini sangat jarang terjadi kecuali kita memipet bahan-bahan kimia langsung menggunakan mulut atau makan dan minum di laboratorium.

  2. Melalui kulit. Bahan kimia yang dapat dengan mudah terserap kulit ialah aniline, nitrobenzene, dan asam sianida.

  3. Melalui pernapasan (inhalasi). Gas, debu dan uap mudah terserap lewat pernapasan dan saluran ini merupakan sebagian besar dari kasus keracunan yang terjadi. SO2 (sulfur dioksida) dan Cl2 (klor) memberikan efek setempat pada jalan pernapasan. Sedangkan HCN, CO, H2S, uap Pb dan Zn akan segera masuk ke dalam darah dan terdistribusi ke seluruh organ-organ tubuh.

Gangguan toksik (keracunan) dari bahan kimia terhadap tubuh berbeda-beda. Misalnya CCL4 dan benzene dapat menimbulkan kerusakan pada hati ; metal isosianat dapat menyebabkan kebutaan dan kematian ; senyawa merkuri dapat menimbulkan kelainan genetic atau keturunan ; dan banyak senyawa organic yang mengandung cincin benzene, senyawa nikel dan krom dapat bersifat karsinogenik atau penyebab kanker.

Gangguan-gangguan tersebut diatas sangat tergantung pada kondisi kesehatan orang yang terpaparnya. Kondisi badan yang sehat dan makan yang bergizi akan mudah mengganti kerusakan sel-sel akibat keracunan. Sebaliknya kondisi badan yang kurang gizi akan sangat rawan terhadap keracunan.

Efek Akut dan Kronis

Efek keracunan pada tubuh manusia dibagi dua yaitu :

  • Efek akut yaitu pengaruh sejumlah dosis tertentu yang akibatnya dapat dilihat atau dirasakan dalam waktu pendek. Contoh, keracunan fenol menyebabkan diare dan gas CO dapat menyebabkan hilang kesdaran atau kematian dalam waktu singkat.

  • Efek kronis yaitu suatu akibat keracunan bahan-bahan kimia dalam dosis kecil tetapi terus menerus dan efeknya baru dapat dirasakan dalam jangka panjang (minggu, bulan, atau tahun). Misalnya, menghirup uap benzene dan senyawa hidrokarbon terkklorinasi (spt. Kloroform, karbon tetraklorida) dalam kadar rendah tetapi terus menerus akan menimbulkan penyakit hati (lever) setelah beberapa tahun. Uap timbal akan menimbulkan kerusakan dalam darah.


Usaha Menghindari Keracunan

  • Penggunaan pelarut atau reagen-reagen yang toksik di usahakan diganti

  • Perlakuan khusus pada beberapa zat kimia seperti senyawa yang dengan gugus amino, nitro dan gugus halogen reaktif perlu dicurigai akan kemungkinan bahayanya

  • Gunakan lemari asam untuk bahan – bahan yang sekiranya menimbulkan pencemaran udara kerja

  • Ventilasi udara, supaya ruangan tidak lembab dan tercemar oleh gas-gas berbahaya

  • Makan dan minum di laboratorium sebisa mungkin dihindari untuk mencegah terjadinya kontaminasi

  • Alat pelindung seperti masker (pelindung pernapasan), gloves (sarung tangan), dan kacamata pelindung harus di gunakan meskupun kurang enak di pakai? He he he he (itung-itung mejeng!!!)


O iya, untuk definisi racun itu sendiri apa? Nanti deh lain waktu bisa menambah catatan ini. Semoga bermanfaat……..

Sumber : catatan kuliah (toksikologi dan Keselamatan Kerja Laboratorium) AAK BA 2005 dan Keselamatan kerja dalam laboratorium oleh Soemanto Imamkhasam, PT Gramedia, Jakarta ; 1990. Hal 7-13

Senin, 02 Juni 2008

Vitamin

Vitamin adalah molekul organik yang banyak gunanya dalam tubuh. Fungsi yang paling nampak adalah sebagai kofaktor pada reaksi enzimatik.


Vitamin B1 (Tiamin)

Tiamin perlu untuk metabolisme karbohidrat (KH) dalam hal dekarboksilasi oksidatif dari asam-asam alfa keto, asam piruvat dan asam alfa keto glutarat yang merupakan intermidiat dalam metabolisme KH.

Pada kasus kekurangan tiamin, asam piruvat dan laktat terakumulasi di jaringan dan darah. Sehingga dapat menimbulkan penurunan kapasitas sel untuk menghasilkan energi.

Keperluan asupan tiamin sebanding dengan pemasukan kalori dalam makanan dan biasanya 1,0 – 1,5 mg/hari untuk orang dewasa normal. Bila banyak terdapat KH dalam diet maka asupan tiamin diperlukan.

Gejala kekurangan Vitamin B6 (Tiamin) adalah konstipasi, nafsu makan kurang, pusing dan depresi mental, kelelahan. Kekurangan tiamin juga menyebabkan panyakit beriberi, yang terjadi karena diet yang kaya KH tetepai kurang tiamin.


Vitamin B2 (Riboflavin)

Kebutuhan normal untuk orang dewasa adalah 1,2 – 1,7 mg/hari dan biasanya banyak terdapat pada telur, susu dan sereal.


Vitamin B3 (Niasin)

Niasin atau bisa disebut juga sebagai asam nikotinat dan nikotinamida. Vitamin B3 diperlukan dalam membuat bentuk aktif vitamin B3 yaitu NAD+ (nikotinamida adenin dinukleotida) dan NADP + (nikotinamida adenine dinukleotida fosfat).

Kedua bentuk tersebut dibutuhkan dalam berbagai enzim dehidrogenase co. laktat dan malat dehidrogenase –LDH dan MDH) dan digunakan ketika mengoksidasi glukosa (gula), sinteis fosfat yang ber-energi tinggi, penguraian dan sintesis asam lemak dan reaksi fotosintesis pada tumbuhan,

Niasin banyak terdapat pada ragi, hati, ginjal, daging, ikan dan kacang.


Vitamin B5 (Asam pantotenat)

Vitamin B5 ini penting untuk metabolisme karbohidrat karena merupakan komponen koenzim A (CoA) dan acyl carrier protein (ACP).


Vitamin B6 (Piridoksin, Piridoksal dan Piridoksamin)

Bentuk aktif nya sebagai piridoksal fosfat diperlukan dalam enzim yang terlibat dalam reaksi transaminase yang ada dalam sintesis dan katabolisme asam amino dan juga glikogenolisis sebagai kofaktor untuk glikogen fosforilase.

Biasanya berasal dari seluruh biji-bijian, kacang, beras coklat, daging, ikan, kuning telur, sayuran berdaun hijau dan banyak lagi


Vitamin B12 (Kobalamin)

Kobalamin diperlukan untuk katabolisme asam lemak dan asam amino valin. Vitamin ini berasal dari daging kambing, ikan sarden, salmon dan makanan fermentasi.


Vitamin C (Asam Askorbat)

Fungsi utama sebagai pereduksi dalam berbagai reaksi. Juga sebagai kofaktor dalam hidroksilasi sisa prolin dalam kolagen. Karenanya vitamin C ini dapat mempertahankan jaringan konektif normal juga penyembuhan luka karena pembentukan jaringan konektif adalah hal awal dari pembentukan kembali jaringan.

Sumber vitamin C paling banyak bisa Anda dapatkan dari buah-buahan seperti jeruk, kiwi, anggur, nanas, strawberry, mangga, juga kentang, bayam, tomat dan banyak lagi.


Vitamin A (Retinol, retinal, dan asam retinoat)

Ketiga molekul tadi berasal dari molekul prekursor beta karoten. Gejala awal kekurangan vitamin A adalah buta di malam hari.

Vitamin A bisa didapatkan dari telur, buah-buahan dan sayur-sayuran yang kuning, seluruh produk susu, sayur berdaun hijau gelap dan minyak ikan


Vitamin D

Fungsinya sebagai pengatur ekspresi gen (hormonsteroid) tertentu dari interaksinya dengan reseptor intraseluler. Bentuk aktifnya adalah 1,25 dihidroksil vitamin D3 (kalsitrol) berfungsi untuk mengatur homeostasis kalsium dan fosfor.


Vitamin E

Vitamin E merupakan campuran senyawa-senyawa yang dikenal sebagai tokoferol. Alfa tokoferol adalah molekul tokoferol yang paling berguna. Vitamin E diserap dari usus kemudian disebar ke jaringan mlalui transport kilomikron.

Fungsi utamanya sebagai antioksidan natural dengan cara mengambil radikal bebas dan oksigen molekuler. Secara umum vitamin ini penting untuk mencegah asam lemak tak jenuh pada membran mengalami peroksidasi.

Vitamin E bisa didapatkan dari daging, telur, kentang manis, kacang, biji-bijian, alpukat dan banyak lagi


Vitamin K

Secara alamiah vitamin K ada dalam bentuk K1 (filokinon) dalam sayuran hijau dan K2 (melakinon) dihasilkan bakteri usus dan K3 adalah menadion sintetik.

Fungsinya adalah mempertahankan tingkat normal protein penggumpal darah, yaitu factor II, VII, IX, X dan protein C dan protein S yang disentesis dalam hati dalam pbentuk prekurosr protein tidak aktif.

Jumat, 30 Mei 2008

SEKILAS TENTANG HEPATITIS

Hepatitis merupakan peradangan yang terjadi pada sel-sel hati, sehingga kulit dan selaput lender menjadi kuning (Ikterus).

Penyebabnya bias dari bakteri (M. tuberculosis, Lues, Leptospira), protozoa (Amoeba, Toxoplasma), cacing (Schistoma), jamur (Actinomyces, Histoplasma), ricketsia (Q fever), virus (virus Hepatitis, virus Yellow Fever).

Sifat virus Hepatitis ; 1). Tahan terhadap pasteurisasi. 2). Tahan terhadap asam. 3). Tahan terhadap desinfektan. 4). Virus Hepatitis B tahan terhadap sinar UV. 5). Dapat dibunuh dengan pemanasan pada suhu 1000C selama 15 menit.


Dibawah ini akan dijelaskan secara sederhana tentang virus Hepatitis. Virus Hepatitis ini terdiri dari 7 jenis Virus Hepatitis.

Hepatitis A

Infeksi : pada anak-anak dan dewasa gejalanya mirip flu, demam, diare, mual, mata kuning. Virus ini tidak berlanjut ke hepatitis kronik. Penularan secara peroral yaitu dari makanan dan minuman, sedangkan penularan secara parentral melalui transfusi darah. Masa inkubasi virus Hepatitis A selama 2-4 minggu.

Gejala klinik, perjalanan klinisnya dibedakan kedalam beberapa stadium yaitu fase pre ikterik = keluhan tidak spesifik, sangat bervariasi sering diduga influenza, gastritis atau arthritis, fase ikterik = setelah demam turun urine kuning pekat, mata dan kulit kuning, fase ini berlangsung 10-14 hari, fase penyembuhan = dimulai dengan hilangnya gejala tersebut ikterus mulai hilang.


HEPATITIS B

Gejala klinik seperti lesu, napsu makan berkurang, rasa sakit diperut bagian atas. Pada kasus berat selaput mata dan kulit kuning, urine warna gelap dan nyeri pada hati. Pada masa inkubasi/permulaan stadium akut HBsAG ada dalam darah maka penderita sangata potensial untuk menularkan. HBeAg ditemukan dalam darah penderita mengalami infeksi akut atau kronis yang sangat menular.

Sumber penularana infeksi virus Hepatitis B (HBV) yaitu melalui darah (HBsAg bisa ditemukan 1-2 bulan sebelum timbul gejala), urine, air liur (HBsAg terdapat pada air liur setelah 3 minggu timbul gejala), semen, sekresi vagina, darah menstruasi, air susu dan keringat.

HBV dapat ditularkan secara peroral yaitu melalui mulut kemudianvirus HBV akan menembus mukosa dan masuk ke peredaran darah, ciuman, kontak seksual dan trasfusi darah.

Siapapun dapat tertular oleh HBV. Penularannya sangat cepat karena menyangkut hygiene dari pribadi masyarakat kita. Resiko tinggi tertular virus ini adalah bayi dari ibu dengan HBsAg (+) terutama dengan HBeAg (+), Anak-anak dikarenakan daya tahan tubuh yang menurun, dan semua yang kontak langusng dengan ppengidap seperti karyawan laboratorium, RS Unit hemodialisa (cuci darah), WTS, penderita Thallasemia dan hemofilia (orang yang sangat tergantung transfusi darah).


HEPATITIS C

Hepatitis C dapat menyebabkan kasus hepatitis NANB pasca transfuse. Penulrannya yaitu secara parentral melalui alat suntik dan kontak lansung dengan penderita. Gejala kliniknya mirip dengan infeksi Hepatitis B, gejala awalanya tidak khas dengan gejala gastrointestinal dengan ikterus. Masa innkubasi virus ini 2 26 minggu.


HEPATITIS D

Virus Hepatitis D merupakan suatu virus yang hidup dalam tubuh manusia, hidupnya bergantung kepada virus Hepatitis B supaya mampu tetap hidup dan berkembang biak. Masa inkubasi dan cara penularannya sama seperti virus Hepatitis B. Usaha pencegahan yang dilakukan terhadapa virus hepatitis secara tidak langsung mencegah virus ini.


HEPATITIS E

Gejala klinisnya mirip dengan virus Hepatitis A, tidak pernah menjadi kronis. Masa inkubasi virus ini15-60 hari. pada masa akut IgM anti virus Hepatitis E akan meningkat yang segera diikuti dengan peningkatan IgG anti virus Hepatitis E yang mulai turun 6 bulan setelah infeksi dan menghilang 12 bulan setelah infeksi.

HEPATITIS F

Hanya ada sedikit kasus yang terjadi dan dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat virus Hepatitis F merupakan virus Hepatitis yagn terpisah.


HEPATITIS G

Gejalanya sama dengan virus Hepatitis C. seringkali terjadi infeksi bersamaan dengan virus Hepatiis B dan atau virus Hepatitis C. Biasanya penularan virus Hepatitis G ini terjadi pada transfusi darah.


Setelah kita mengetahui beberapa macam virus penyebab Hepatitis yang bisa terjadi pada siapapun dan tidak mengenal tempat, waktu dan usia. Pencegahan yagn harus kita lakukan adalah :

  1. Imunisasi untuk menghambat perjalanan infeksi, mencegah peningkatan jumlah pengidap hepatitis.

  2. Pendidikan yaitu untuk memperkenalkan imunisasi, merubah kebiasaan hidup maupun cara kerja yang dapat menimbulkan resiko penularan.



Sumber

Buku ajar virology, AAK BAKTI ASIH. Bandung ; 2008